Cara Memblokir Nomor Rekening Penipuan Toko Online

Cara Memblokir Nomor Rekening Penipuan Toko Online
Kasus penipuan toko online yang semakin marak beberapa tahun terakhir membuat sebagian besar masyarakat berfikir dua kali untuk belanja secara online. Seperti yang kita tahu banyak sekali tag online shop di timeline Facebook yang meng-upload produk-produk dengan harga murah. Padahal jika dilihat dari harga produk yang hanya sekitar 50% dari harga normal, sudah bisa dipastikan bahwa itu modus penipuan dari komplotan cyber crime yang tidak bertanggungjawab. Anehnya meskipun sudah banyak sosialisasi tentang antisipasi penipuan online, masih saja ada masyarakat (awam) yang tertipu dengan modus usang ini. Korban semakin banyak berjatuhan sementara oknum penipu semakin bebas melakukan aksinya.

penipuan online
Penipuan toko online biasanya menggunakan modus yang cukup menarik minat calon pembeli misalnya, Handphone, Tablet, Kamera DSLR, Laptop, hingga peralatan rumah tangga seperti matras, karpet, dan sebagainya, tentunya dengan harga murah. Umumnya pembeli baru menyadari penipuan ini ketika barang yang dipesan tidak pernah sampai dan tidak pernah ada jawaban ketika pembeli melakukan komplain via telepon. Meskipun pembeli sudah melakukan pengaduan ke bank terkait namun biasanya pihak bank hanya memberi informasi di bank mana oknum penipu tersebut membuka rekening, tanpa disetai data lengkap. Hal ini bisa dimaklumi karena pihak bank selalu menjaga kerahasiaan setiap nasabah sebagai bagian dari kode etik perbankan. Lalu bagaimana cara memblokir nomor rekening pelaku penipuan online shop ini?

Langkah-langkah Pemblokiran
Jika pembeli mengalami kerugian diatas 1 juta sebaiknya mengupayakan langkah-langkah pemblokiran nomor rekening penipuan toko online, syukur-syukur uang yang ditransfer bisa dikembalikan.

Berikut ini langkah-langkahnya:
– Datangi kantor Cabang Bank dengan membawa data transaksi (slip ATM atau Print Screenshot Internet Banking), kartu ATM, KTP, buku rekening, dan surat keterangan kepolisian tentang laporan penipuan.
– Isi Form laporan saksi atau korban (bermaterai) serta kronologi kejadian (harus ditulis tangan).
– Setelah mendapat surat pengantar dari bank bisa langsung ke kantor polisi untuk mendapatkan surat keterangan dari kepolisian dengan terlebih dulu menunjukkan surat pengantar dari bank.
– Setelah mendapatkan surat keterangan dari kepolisian bisa balik lagi ke bank untuk memenuhi persyaratan terakhir (menyerahkan surat keterangan dari kepolisian).

 

Jika data-data yang dibutuhkan bank sudah lengkap dan kuat, maka pihak bank akan mengirimkan data-data terkait penipuan tersebut ke bank dimana penipu membuka rekening. Tak lama nomor rekening penipu tersebut bisa dipastikan akan terblokir. Jika nomor rekening penipu sudah terblokir maka besar kemungkinan pihak penipu akan menghubungi pembeli dan meminta membuka pemblokiran. Pada saat penipu menghubungi pembeli, maka pihak pembeli bisa melakukan kesepakatan untuk mendapatkan uangnya kembali. Dengan kata lain pembeli baru akan membuka pemblokiran setelah pihak penjual (penipu) mengembalikan uang yang telah ditransfer.

 

Untuk menyelesaikan kasus penipuan toko online memang agak sulit mengingat bisa saja oknum penipu langsung mengambil seluruh uang dalam rekeningnya begitu transfer masuk. Jika transaksi atau pembayaran dilakukan melalui credit card atau PayPal besar kemungkinan buyer masih mendapat jaminan uang kembali dengan catatan ada bukti pelaporan sebelum 1 x 24 jam. Kasus cyber crime dari tahun ke tahun modusnya semakin beragam dengan cara-cara yang juga semakin canggih sesuai perkembangan teknologi. Dalam hal ini dihimbau kepada masyarakat untuk teliti sebelum membeli, artinya harus dipastikan terlebih dulu apakah toko online tersebut benar-benar ada atau hanya fiktif. Salah satu caranya dengan membaca testimonial di halaman web toko online-nya, atau mencari informasi data-datanya di internet. Jika kerugian mencapai puluhan juta sebaiknya pembeli segera melapor ke pihak yang berwajib.

cargo laut

Incoming search terms:

  • modus oknum pedagang online