Pengiriman Cargo Udara Domestik

Pengiriman Cargo Udara Domestik

Setiap perusahaan jasa ekspedisi pasti menggunakan fasilitas pengiriman melalui cargo laut, cargo darat, dan cargo udara. Setiap pengiriman cargo baik darat, laut, maupun udara tentu membutuhkan prosedur tersendiri. Intinya proses pengiriman membutuhkan proses yang berbeda, demikian juga dengan biaya yang dibebankan. Diantara ketiga jenis cargo pengiriman barang diatas mungkin prosedur untuk cargo udara sedikit lebih rumit, apalagi jika sudah menyangkut cargo export-import. Selain prosedur yang cukup rumit ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh costumer untuk keamanan barang yang dikirim. Namun meskipun begitu ada beberapa hal yang dapat dinegosiasikan sehingga persyaratan tersebut tidak sepenuhnya bersifat mutlak.cargo udara cargonesia

Syarat-syarat Pengiriman Cargo Udara

Untuk melakukan pengiriman melalui jasa pengiriman cargo udara, berikut ini syarat-syarat yang harus diketahui pihak customer:

  1. Barang yang dikirim tidak berupa uang, dokumen atau surat-surat penting.
  2. Barang yang tidak sesuai atau tidak sama seperti yang tertera pada Airwaybill atau Surat Tanda terima Pengiriman (STTP) bukan menjadi tanggungjawab pihak perusahaan cargo namun menjadi tanggungjawab pihak pengirim (shipper).
  3. Apabila terjadi kerusakan atau barang hilang oleh sesuatu yang tidak diprediksi (force Majeur) atau disebabkan packing yang kurang sempurna maka hal tersebut diluar tanggungjawab pihak perusahaan jasa cargo.
  4. Apapbila terjadi kerusakan, barang hilang atau barang tidak sesuai kondisi sebelum barang dikirim maka pihak pnegirim akan menerima kompensasi atau penggantian sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) atau berdasarkan kesepakatan antara pihak pengirim dan pihak perusahaan jasa cargo.
  5. Untuk barang bernilai tinggi dapat diajukan pengiriman berasuransi oleh pihak perusahaan cargo dengan biaya dibebankan pada pihak pengirim.

Cara-cara Pengiriman Via Cargo Udara

Selain syarat-syarat pengiriman cargo yang harus dipahami oleh costumer, terdapat tata cara yang biasanya diberlakukan oleh pihak perusahaan jasa cargo mencakup perhitungan berat kiriman, pengisian Airwaybill dan packaging. Berikut ini detailnya:

  1. Menentukan Berat (Volume) Kiriman

Perhitungan berat barang yang akan dikirim biasanya menggunakan 2 cara yaitu:

cargo laut
  • Berdasarkan volume barang kiriman. Metode ini berlaku untuk barang kiriman cargo yang bobotnya ringan namun ukurannya (dimensi) besar. Barang dengan kondisi seperti ini akan dihitung dengan rumus: Panjang x Lebar x Tinggi : 6000 = Volume.
  • Berdasarkan Berat Asli (Actual Weight). Perhitungan berat dengan rumus ini sama seperti penentuan berat seperti biasanya yaitu berdasarkan angka yang tercantum pada timbangan.

*Hasil dari kedua metode pengukuran tersebut diatas akan diambil mana yang paling besar.

  1. Pengisian STTP / Airwaybill

Untuk proses pengisian STTP (Surat Tanda Terima Pengiriman) atau Airwaybill dilakukan oleh kurir cargo secara, lengkap, detail, dan jelas.

STTP atau Airwaybill harus dibawa bersama dengan barang kiriman (Shipment) namun sebelumnya harus ditandatangani oleh pihak pengirim (Shipper) lalu kurir cargo memberikan lampiran untuk tanda bukti pengiriman barang.

  1. Ukuran Barang Kiriman (Packaging)

Untuk pengiriman cargo udara, ukuran kemasan barang yang akan dikirim terlebih dulu harus disesuaikan dengan pintu masuk pesawat cargo. Ukuran yang direkomendasikan Panjang maksimal = 150 cm, Lebar Maksimal = 110 cm, Tinggi Maksimal = 80 cm.

*Ukuran yang direkomendasikan sifatnya tidak mengikat tergantung pesawat cargo yang digunakan untuk pengangkutan.

Pada prinsipnya mayoritas perusahaan jasa cargo menggunakan rumus yang sama jika pengiriman cargo menggunakan jalur udara.

Incoming search terms:

  • berat maksimum pengiriman via udara
  • berat maksimum kiriman udara
  • kirim pipa via udara domestik
  • maksimal berat kargo pesawat
  • pengiriman darat laut dan udara domestik
  • ukuran cargo udara